Azza Aprisaufa Motivator Muda Indonesia - Trainer Nasional Termuda - Undang Pembicara Seminar Motivasi

Senin, 01 Desember 2014

Kisah Hidup Inspiratif - Motivator Indonesia Azza Aprisaufa

Kisah Hidup Inspiratif - Motivator Indonesia Azza Aprisaufa

Azza Aprisaufa - Inilah nama lengkapnya. Dilahirkan di kota medan 20 April 1990, saat ini genaplah usianya 24 tahun di 2014. Dilahirkan dari keluarga sederhana, telah memaksanya belajar untuk bisa hidup mandiri dan berani. Dibesarkan di Takengon - Aceh Tengah sejak TK hingga SMA, Azza selalu memberikan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya. Sadar bahwa sebagai anak sulung dan tumbuh di keluarga yang sederhana, membuatnya selalu ingin jadi yang terbaik, apapun resikonya.

Azza adalah anak seorang pelukis jalanan, dimana ayahnya bekerja sebagai pelukis lepas. Tibalah suatu hari tepatnya ditahun 2001, disaat azza masih duduk dibangku kelas 5 SD. Azza diminta untuk membantu ayahnya berjualan lukisan keliling di banda aceh. Puluhan kilo berjalan, menemani ayahnya menjual lukisan, dan mengetuk pintu ke pintu setiap rumah berharap ada yang iba dan membeli lukisan ayahnya. Dan ternyata Tuhan belum mengirimkan orang baik itu, hingga Azza pun dan ayahnya harus rela pulang dengan rezeki dan perut kosong.

Setiap harinya Azza dan ayah mulai jalan dan berjualan dari pagi pukul 09.00 hingga menjelang magrib. Masih segar sekali dalam ingatan, ketika itu 23 Juli 2001. Diwaktu yang telah menjelang ashar, azza pun dan ayahnya hendak pulang kerumah, karena sudah terlalu lelah berjalan. Saat ingin pulang, tiba tiba mereka bertemu dan berpapasan dengan seorang ibu paruh baya dijalan. Lalu ibu itupun bertanya ke ayah, apakah bapak pelukis ? ia ibu, benar ! ayah menjawab, apa yang bisa saya bantu ? bisakah bapak melukis dinding rumah saya ? karena saya ingin sekali rumah saya dilukisi pemandangan tepat diruang tamunya.

Mendengar tawaran itu, ayahpun lantas berkata kepada anaknya, Alhamdulillah nak ! kita dapat rezeki, bapak diminta untuk melukis rumah ibu itu... Syukur Alhamdulillah naakk... pada saat yang sama, azza pun terharu, karena memang dari letih dan lelahnya, akhirnya ada juga orang yang berbaik hati untuk berbagi rezeki. Pengerjaan lukisan dinding rumah ibu itupun dimulai !

Saat itu, azza yang masih berusia 11 tahun, terbengong bengong melihat ayahnya melukis dengan penuh kehati hatian. Goresan kuas itu seakan mengisyaratkan bahwa ayah akan berikan hasil karya lukisannya yang terbaik, untuk tidak mengecewakan ibu paruh baya itu. Singkat cerita, akhirnya pengerjaan lukisan pun selesai tepat diwaktu menjelang magrib. Lukisan selesai dengan gambar, pemandangan air terjun juga ada rusa berenang, dan hutan yang begitu rimbun, membuat sejuk dan betah setiap mata yang memandang.

Saat pengerjaan selesai, ibu itupun merasa senang dan puas dengan hasil lukisannya. Ketika ibu itu hendak pergi kekamar dan mengambil sejumlah uang untuk dibayarkan sebagai upah melukis ayah. Tiba tiba pulanglah suami sang ibu dari kerjanya, awalnya tidak ada yang salah dan semua baik baik saja. Tapi tiba tiba, suami ibu itupun marah dan berteriak teriak, meneriakkan... "hapus lukisan ini, saya tidak pernah meminta siapapun melukis rumah saya, paham ?!!" kalau anda tidak menghapus lukisan ini, saya akan laporkan anda kepolisi.

Sadar bahwa kami bukanlah siapa siapa, ayahpun menangis, dan berkata kepada "azza" letih sekali ayah melukisnya nak ! maukah engkau menghapuskannya untuk ayah ? berbanjirkan air mata "azza" pun mengambil sisa cat putih, lalu dengan air mata yang tak tertahankan "azza" pun menyiramkan cat putih itu kedinding yang telah dilukis ayahnya. Saat itu anak usia 11 tahun itu dipaksa untuk menyaksikan emosi hati dan pikiran yang sangat mendalam, karena melihat jelas dengan mata kepalanya, saat karya ayahnya tidak dihargai. Dan beratnya, ia sendiri yang harus menghapusnya menjadi dinding putih kembali.

Sejak kejadian itu, azza berjanji untuk bisa mengangkat derajat orang tua dan keluarganya. Ia pun tumbuh dengan emosi postif yang baik dan bertekad untuk menjadi orang yang berhasil dan berjanji untuk bisa membantu sebanyak banyak orang dan menghargai setiap karya siapapun. Waktu berlalu, tahun pun berganti, hingga tibalah waktu "azza" harus menyelesaikan studinya dibangku SMA pada tahun 2008.

Segudang prestasipun diraihnya, sejak SMP hingga SMA. Mulai dari tingkat daerah hingga "azza" meraih gelar Duta Anak Indonesia Berprestasi di tahun 2007 dan mendapat penghargaan langsung dari Bapak Presiden Dr. H Susilo Bambang Yudhoyono langsung di Istana. Ternyata ujian kehidupan selanjutnya harus dialami oleh Duta Anak Indonesia tersebut.

Dimana, saat setelah tamat SMA, "Azza" tidak diterima di Universitas, PT dan Lembaga pendidikan manapun diseluruh wilayah indonesia ini. Mengikuti Tes, SNMPTN, UMB dan sejumlah tes akademik masuk perguruan tinggi lainnya, telah diikuti dan hasilnya "Azza" tidak lulus. PT mulai dari tingkat daerah hingga nasional, PT mulai dari yang terakreditasi sampai yang tidak, semuanya menolak azza untuk menjadi mahasiswanya.

Hingga akhirnya, ada satu lembaga pendidikan komputer swasta kecil di aceh, yang menerimanya, itupun dengan syarat "azza" hanya boleh belajar diwaktu malam hari, karena kelas pagi hingga sore hari full. Tanpa pikir panjang, Mantan duta itupun mengambil tawaran itu dan kuliah selama 1 tahun pada lembaga swasta tersebut untuk jenjang Diploma 1. Setelah 1 tahun lamanya, azza pun dinobatkan menjadi wisudawan terbaik untuk Diploma 1 dan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studinya di Jepang, berdasarkan beasiswa pemerintah aceh.

Sejak saat itulah, azza mulai kembali percaya diri dan haru karena ternyata Tuhan masih memberikannya izin untuk kembali bisa membuat orang tuanya bangga. Hingga akhirnya, setelah menyelesaikan program D2 nya di Jepang, azza pun kembali ke aceh dan bertemu kembali dengan keluarganya. Dan memutuskan untuk melanjutkan studi S1 nya di Aceh disebuah Universitas Swasta Gajah Putih Takengon. Saat setelah pulang ke aceh, ternyata azza pun mulai aktif untuk membuka usaha sendiri, dengan kisah serta perjuangan yang gak kalah menyiksanya dari cerita diatas tadi.

Simak ceritanya berikut ini. Sejarah Azza Aprisaufa mulai merintis usaha :

Tepatnya ditahun 2009 akhir, ini adalah hari – hari dimana saya dengan GR dan Pedenya menjadi seorang direktur jadi – jadian. Ya.. gimana tidak, bagaimana bisa, seorang direktur memiliki ruang kerja, diruang tamu rumah orang tua. Kalau tamu datang maka kantor tutup, tapi kalau tamu tidak datang, maka saya jadi direktur dirumah orang tua saya.
Saya punya sedikit kemampuan dan saya berpikir bagaimana saya bisa membagi sedikit ilmu yang saya miliki. Dan akhirnya saya buka kursus sederhana dirumah, yang status kursus tesebut tidak ada nota dan akta pendiriannya. Tapi lagi – lagi GR dan Pede yang buat saya bisa bertahan.
Awal kali saya promosikan kursus saya kepada setiap siswa di aceh tengah khususnya di kampung tempat tinggal saya desa paya tumpi 1. Sahabat ingin tahu, keanehan apa yang saya lakukan ?, saya takuttt sekali minta modal awal dengan orang tua saya, walaupun saya tahu, kalau diminta ya pasti dikasi. Lagian saya mintanya kan tidak banyak, Cuma 150 juta “ waw...” salah hehe... sory.. maaf ya... maksudnya 150 ribu, dan uang itu rencananya dibeli untuk beli triplek, paku dll.
Akhirnya saya ambil keputusan sendiri untuk mencari sebuah karung, dan saya pergi dengan sepeda motor untuk mencari dimana ada kayu – kayu bekas bangunan. Kayu  itu saya beli dari para tukang bangunan yang sedang bekerja, saat saya tanya, mohon maaf abang, ini harga kayunya berapa semuanya ya ? dan masih segar dalam ingatan saya saat tukang bangunan itu mengatakan, harga semuanya terserah mas. Haha... semakin bingung saya, akhirnya saya pikir, ya Alhamdulillah...dan kayunya pun saya bawa pulang.
Mulailah saya beralih profesi menjadi tukang buat bangku, ukur – ukur kayu dan triplek dirumah. Singkat cerita dalam waktu 2 hari, saya mampu menyiapkan 10 bangku untuk kursus dirumah saya, dengan masing – masing bangku berstatus “ goyang dan renggang “. Haha...
Saya pun diizinkan oleh Tuhan menjadi direktur jadi – jadian dirumah saya sendiri selama 6 bulan. Sahabat tau gak ? selama 6 bulan saya jalani membuat kursus dirumah, selama itu juga saya menjadi “multi tentor”. Maksudnya saya menjadi tentor yang mau gak mau harus serba bisa. Dari total siswa saya yang berjumlah sekitar 60 orang siswa. Setiap hari ada 10 siswa yang belajar dengan saya, diantara 10 siswa itu, 3 siswa belajar bahasa inggris, 2 siswa matematika, 2 siswa bahasa arab, 2 siswa kursus komputer dan 2 siswa mengaji iqra’ yang luar biasanya semuanya saya yang mengajar. Kalau film mungkin punya cerita tentang 2 hati, 2 dunia, 1 cinta, tapi kalau saya punya cerita tentang 10 siswa, 5 bidang study, 1 tentor.

Sekilas tentang SAUFA center

Tapi saya tetap semangat, karena saya tau ini adalah salah satu proyek pribadi bernilai ½ M. Sayang nya bukan ½ miliyar, tapi ½ mati. Hahahaaa... aduh2.. tapi seru koq, silahkan dicoba. Ya mau gak mau memang saya harus jalani seperti itu, tentor lain bukan tidak ada, tapi uang untuk menggaji mereka yang pada saat itu belum ada. Alhamdulillah selama 6 bulan itu saya mampu menabung uang sekitar 3,5 juta. Tapi yang ada ditangan pada saat itu hanya sekitar 2 jutaan, karena siswa saya rata – rata hobi nunggak angsuran semuanya…
Singkat cerita, sampailah saya dan saufa center disebuah rumah sederhana di pusat kota takengon aceh tengah. Tuhan memberikan kemudahan pada saya, karena rumahnya gak sewa, saya hanya diminta untuk menjaga kebersihan rumah itu, karena menurut ceritanya, rumah yang saya tempati itu sudah lama sekali tidak ada penghuninya. Agak sedikit seram sih, tapi ya… se seram apapun, masih dikalahkan dengan rasa ingin berhasil dalam berwirausaha.
Tiba – tiba setelah saya tinggal selama 5 bulan dirumah itu, saya pun diminta untuk meninggalkan rumah itu, karena rumah tersebut akan kembali difungsikan oleh pemiliknya. Ya Alhamdulillah juga, selama 5 bulan saya disana, bisa nabung juga sekitar 3 – 5 jutaan. Saya putuskan untuk tidak kembali berkantor diruang tamu rumah orang tua lagi dan saya pun mencari cari rumah sederhana yang bisa saya tempati untuk bisa meneruskan usaha kursus saufa center.
Anda mungkin tidak akan pernah percaya, karena saya pun yang merasakannnya hampir dibuat tidak percaya. Ternyata keajaiban Tuhan itu memang berpihak pada siapapun yang rajin, berani, tidak pernah putus asa dalam berusaha. Menghabiskan waktu sekitar 2 hari saya berkeliling diseputaran kota takengon, untuk mencari kontrakan rumah, untuk menyambung usaha saya dengan modal yang terus semakin berkurang, karena diguanakan untuk biaya kuliah dan kebutuhan sehari – hari.
Hingga akhirnya Alhamdulillah saat ini saya dan saufa center masih di izinkan oleh Tuhan untuk tetap bisa berdiri dan menetap di sebuah ruko berlantai 3. Walalupn status rukonya masih sewa, tapi saya masih terus bersyukur karena tidaklah mudah untuk menyewa sebuah ruko yang pertahunnya berkisar Rp.26.000.000 dan hingga saat ini Alhamdulillah Tuhan masih memberikan rezeki hingga sayapun mampu untuk menyambung sewa gedung saufa center yang pada saat ini telah berusia 3 tahun. Saya juga bingung sahabat, yang membuat saya terheran – heran adalah dulunya saya mati – matian berhutang brosur kursus dan pontang panting juga untuk mempromosikan kursus saya pada seluruh siswa dan mahasiswa. Tapi saat ini, tanpa dipromosikan pun mereka dengan sendirinya mau belajar dan mendaftar sebagai siswa didik disaufa center.
5 bulan pertama saya menjalankan usaha kursus saya memiliki siswa 10 – 50 siswa. Sejauh saufa center berjalan, hingga saat ini total seluruh siswa saufa yang telah selesai maupun yang masih aktif belajar berjumlah sekitar 1.500 orang siswa. Kesimpulan yang paling penting untuk anda pahami dalam cerita yang mungkin kelihatan sederhana ini adalah KETEKUNAN DAN KONSISTENSI DALAM BERUSAHA ADALAH NYAWA UNTUK SETIAP USAHA APAPUN. Bahkan saya pernah mengatakan pada teman – teman, kalaupun suatu saat nanti saufa center ini bangkrut, rugi dan gagal, ataupun siswanya sudah tidak ada lagi. Satu hal yang pastikan, Baliho atau papan merk saufa center yang saat ini terpampang diatas depan gedung saufa center tidak akan pernah turun.
Konsisten dan tekun saja dalam setiap usaha apapun, karena semua awal  usaha yang dijalankan kelihatan abu – abu dan tidak jelas arahnya. Tapi saat anda mempertahankannya anda sendiri yang akan menemukan jalan untuk usaha anda, bukan orang lain. Tapi sayangnya setiap jiwa muda yang sebenarnya ingin jadi pengusaha tidak percaya dengan nasihat saya diatas tadi. Hanya itu saja penyakitnya, lain tidak ada, penyakit tidak percaya kalau dikasi tahu bahwa inilah jalan – jalan yang terbukti telah berhasil memberhasilkan banyak orang.



Mohon do’a nya juga, Insya ALLAH diawal tahun 2014 saufa center akan kembali mengenalkan program – program barunya diantaranya ; akan dibangun 1. Saufa Solution Finance dimana program ini dibentuk untuk memberikan kemudahan bagi seluruh mahasiswa khususnya diaceh untuk bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa bunga, melalui program ini saufa center bercita – cita menjadikan mahasiswa aceh sebagai kiblatnya para pengusaha muda Indonesia, hingga akhirnya program ini perlahan – lahan dengan pasti akan hadir dikota anda dan dimemberikan manfaat untuk seluruh mahasiswa Indonesia.
Tidak hanya sampai disitu, Insya ALLAH juga saufa center akan mengenalkan programnya yang ke 2. Saufa Asuransi Mahasiswa, ke 3. Saufa Net, ke 4. Saufa Course, ke 5 Saufa Market, dan saufa center juga segera akan membuka cabang usahanya di 2 kabupaten di aceh diantaranya di kabupaten bener meriah dan di kota bireuen. Inilah sedikit kisah perjalanan usaha yang awalnya berangkat dari ruang tamu rumah hingga membuat ruang tamu sendiri untuk para tamu yang ingin belajar. Inilah kisah sang direktur jadi – jadian, hingga menjadi direktur sungguhan.
Kini saya telah menjadi direktur utama dilembaga pendidikan terbesar diaceh. Dengan total siswa menncapai 472 orang siswa dan sejumlah tentor tenaga pengajar dan karyawan lainnya berjumlah 45 orang. Setiap bulannya harus berbagi rezeki dengan karyawan karyawan saya alias gajian. Hingga mencapai total Rp. 35 juta untuk seluruh gajian karyawan. Jika anda main ke aceh mampir dan boleh menghubungi saya di nomor hp : 0852 6029 1711.


Hingga kini disamping menjalankan usaha bimbelnya, azza juga aktif menjadi pembicara dan seorang motivator yang telah menginspirasi seluruh wilayah, kota, kampus, sekolah, instasi, dan perusahaan di berbagai wilayah diindonesia. Ditambahlah lagi beliau telah menulis 12 buku motivasi best sellernya, dan telah dilaunchingkan hampir diseluruh wilayah, sumatra, jawa, kalimantan, dan sulawesi. Kini Azza Aprisaufa telah menjadi salah satu motivator muda terbaik yang yang dimiliki indonesia diusianya 24 tahun. Akhirnya, ujian waktu yang telah dijalaninya, mengajarkanya bahwa hidup ini ternyata Tuhan memang mendesign hidup ini tidak mudah. Karena begitulah cara Tuhan untuk menyeleksi, mana mana hambaNya yang mau berupaya.

Semoga menginspirasi - dan membuat anda lebih optimis menatap masa depan yang lebih baik.

INGIN MENGUNDANG MOTIVATOR AZZA APRISAUFA, MEMBERIKAN TRAINING MOTIVASINYA DI SEKOLAH - KAMPUS - KOTA - KANTOR DAN TEMPAT ANDA. SILAHKAN MENGHUBUNGI KONTAK BERIKUT INI :
PHONE : 0852 6029 1711
PIN         : 7FA5A51C
FANSPAGE : AZZA APRISAUFA

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kisah Hidup Inspiratif - Motivator Indonesia Azza Aprisaufa

0 komentar:

Posting Komentar