Azza Aprisaufa Motivator Muda Indonesia - Trainer Nasional Termuda - Undang Pembicara Seminar Motivasi

Selasa, 30 Desember 2014

Tiga Hal Yang Membawa Penyakit


Ada tiga hal yang dikenal sangat membawa penyakit bagi diri kita, dan kita perlu untuk mengetahuinya serta menguranginya. Apakah tiga hal yang berbahaya itu ? yakni, banyak bicara, banyak makan, dan banyak tidur. Mengapa ketiga hal ini bisa membawa penyakit bagi diri kita ? ini adalah pertanyaan yang baik untuk dijawab. Sebenarnya bicara itu baik, makan juga baik, dan tidur pun baik. Ketiganya memiliki manfaatnya tersendiri dalam kehidupan kita. Namun jika ketiganya dilakukan secara terlalu berlebihan, maka bukanlah manfaat yang kita dapatkan, melainkan penyakit yang akan kita rasakan.

Nah berikut ini, akan dijelaskan bagaimana ketiganya dapat membawa penyakit bagi anda, apabila anda melakukannya secara berlebihan. Sebelum lebih lanjut dijelaskan, Pertama anda harus tahu dulu kapan saja anda harus berbicara, kedua anda harus mengerti berapa persen kah harusnya makanan ada dalam lambung kita, dan berapa jam kah sehari waktu yang efektif untuk kita tidur atau istirahat. Saat anda memahami ketiga pertanyaan ini, maka akan sangat mudah bagi anda untuk memahami bagaimana cara mengurangi banyak bicara, banyak makan, dan banyak tidur.

Bicara itu baik, hanyak jika yang kita sampaikan itu bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain. Makna dari diam itu adalah emas maksudnya adalah lebih baik diam dari pada menyampaikan hal hal yang tidak penting, sia sia dan hanya menyakiti orang lain. Makan itu sangat baik, untuk menambah energi dan membuat kita bisa bertahan hidup. Namun kita harus mengerti bahwa, sebaik baiknya lambung adalah lambung yang berisikan 1/3 nya makanan, 1/3 nya minuman, dan 1/3 nya udara. Dari kalkulasi ini, keluarlah anjuran untuk makan sebelum lapar, dan berhenti sebelum kenyang. Tidur juga sangat baik untuk memberikan waktu istirahat bagi diri kita, agar kita bisa memulihkan tenaga untuk aktivitas berikutnya. Namun tidur yang baik dan dianjurkan itu adalah 7 - 8 jam per harinya. Hendaknya lah kita harus membiasakan untuk menistirahatkan diri kita dalam rentang waktu tersebut.

Agar anda lebih termotivasi untuk menjaga ketiga hal penting tersebut, mari kita baca baik baik penyakit dan bahaya apa saja yang bisa ditimbulkan dari banyak bicara, banyak makan, dan banyak tidur.


Akibat dari banyak bicara ini akan menyebabkan kita rentan untuk melakukan kesalahan. Terlebih lagi kita tidak mengilmui apa yang kita bicarakan. Berbicara yang baik atau diam adalah suatu kebaikan yang untuk saat ini sedikit sekali orang yang melakukannya. Terkait dengan hal itu, Rosululloh –shalallahu ‘aliahi wa sallam- pernah menyampaikan dalam sebuah hadisnya, “Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari). 

Jadi, mengambil sikap diam tentu lebih selamat dari kesalahan, namun perlu kita ingat sekali lagi, Diam dan mendengarkan secara baik bukanlah suatu kebodohan dan bukan pula berarti tidak tahu persoalan yang dibicarakan. 

Tetapi mengapa sedikit sekali orang yang melakukannya? Coba lihat, banyak orang yang menjadi tercela akibat banyak berbicara. Apalagi jika yang dibicarakan itu tanpa makna, yang jelas hal ini hanya akan menghabiskan energi.
Orang yang beriman, tentu tidak akan asal bicara dan gegabah dalam menyampaikan sesuatu. Bagi seorang muslim diam dan tidak banyak bicara dilakukan karena takut melanggar larangan Alloh –Subhanahu wa Ta’ala-. Sebab konsekuensi dari berbicara adalah pertanggungjawaban kelak di hadapan-Nya atas segala sesuatu yang disampaikan. 

Kesimpulannya : Bahwa penyakit yang akan ditimbulkan dari banyak bicara adalah lebih pada penyakit hati dan kesalahan. Dimana dari setiap pembicaraan kita itu nantinya akan dimintai pertanggung jawabannya.


Berikut ini adalah 3 hal yang harus anda mengerti akibat dari banyak makan, diantaranya adalah menyebabkan kegemukan, menyebabkan kolesterol dan darah tinggi, serta satu hal yang cukup mengejutkan, bahwa ternyata akibat dari banyak makan juga bisa membuat kita cepat lupa dan berujung pada pikun. Berikut penjelasannya : 


Banyak makan menyebabkan obesitas (kegemukan)

Obesitas merupakan peningkatan massa jaringan lemak pada tubuh karena asupan energi lebih besar dari pada energi yang dikeluarkan. Penyebabnya adalah pola makan dan aktivitas fisik. Orang yang kelebihan makan, sementara aktivitas fisiknya sedikit, jelas akan mengalami obesitas.

Obesitas adalah sumber berbagai macam penyakit metabolik. Penyakit-penyakit yang dapat muncul antara lain : diabetes (penyakit gula), hipertensi (darah tinggi), penyakit jantung, dislipidemia, stenosis hati, gangguan saluran cerna, gangguan tidur, dan lain-lain.

Banyak makan menyebabkan kolesterol darah tinggi

Kolesterol dibutuhkan untuk fungsi tubuh yang normal dan merupakan sumber kalori tubuh. Hepar (hati) memproduksi kolesterol yang cukup untuk kebutuhan tubuh sehingga pada dasarnya kita tidak perlu mengkonsumsi kolesterol. Bila kadar kolesterol darah tinggi, prinsip utama mengatasinya adalah dengan mengatur pola makan, mempertahankan berat badan normal, mengurangi kadar lemak darah, dan melakukan aktivitas fisik yang cukup.

Orang yang kelebihan berat badan cenderung kolesterolnya tinggi karena mengalami resistensi insulin yang menyebabkan perubahan metabolisme lemak. Kolesterol adalah lemak dalam darah, bukan lemak yang berada di bawah kulit. Jadi, bisa saja orang yang berbadan kurus kolesterolnya tinggi.

Kadar kolesterol total normal adalah 200 mg/dl. Bila kadar berlebih, akan terjadi penumpukan endapan lemak dalam pembuluh darah, kemudian menjadi plak. Plak menyebabkan penebalan dan hilangnya elastisitas dinding pembuluh darah. Ini dinamakan aterosklerosis.

Plak aterosklerosis merupakan penyebab penyakit jantung koroner dan stroke.

Banyak makan menyebabkan mudah lupa (pikun)

Studi yang dilakukan di Mount Sinai School of Medicine menunjukan bahwa penderita penyakit Alzheimer (penyakit utama penyebab kepikunan) mengalami peningkatan kadar peptid beta amyloid. Peptid ini menyebabkan pembentukan plak di otak (ciri utama penyakit Alzheimer) serta mengaktifkan SIRT 1 (kelompok protein yang mempengaruhi sejumlah fungsi tubuh seperti metabolisme dan aging).

Studi ini menunjukan bahwa peptid beta amyloid di otak dapat dikurangi dengan membatasi asupan kalori. Sebaliknya, makanan tinggi kalori dan lemak jenuh tampak meningkatkan kadar peptid beta amyloid.


Kebanyakan orang tidur merupakan hal yang menyenagkan, selain sarana untuk melepas lelah ataupun menenagkan pikirin. Akan tetapi bagi sebahagian orang, tidur merupakan suatu hoby atau karena malas karena tidak adanya planning kegiatan yang akan dilakukan. Selain menyehatkan, Dampak Negatif Terlalu Banyak Tidur juga sangat mengerikan, dan berikut adalah dampak negatif akibat kebanyakan tidur yang patut Anda waspadai dari sekarang. 

Sering pusing 

Orang yang terlalu banyak tidur sering merasa pusing dan sering mengantuk di siang hari, yang biasanya terjadi ketika kebanyakan tidur di akhir pekan. 

Ini menyebabkan gangguan pola tidur normal di hari kerja. Selain pusing, kebanyakan tidur juga bisa menyebabkan sakit kepala dan nyeri punggung. 


Depresi 

Efek lain dari terlalu banyak tidur adalah peningkatan risiko gangguan mental, seperti depresi. Orang yang depresi mungkin merasa ingin lebih banyak tidur. Tapi pada gilirannya tidur berlebihan dapat memperburuk depresi itu sendiri. 

Hal yang sama juga berlaku pada orang yang menderita nyeri punggung kronis dan sakit kepala. Orang yang mengalami kondisi terburuk mungkin ingin lebih banyak beristirahat dengan tidur, tapi jika dilakukan berlebihan, tidur justru dapat membuat kondisi semakin parah. 

Gangguan kardiovaskular 

Tidur terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit jantung. Dalam studi tersebut, peneliti mengatakan orang yang tidur lebih dari tujuh jam setiap malam, maka berpotensi dua kali lebih mungkin mengalami penyakit jantung, dibandingkan orang yang rutin tidur tujuh jam setiap malam. 

Diabetes 

Kurang tidur diketahui dapat meningkatkan risiko diabetes. Hal yang sama terjadi juga terjadi pada orang yang terlalu banyak tidur. 

Orang yang tidur lebih dari sembilan jam setiap malam, memiliki 50 persen risiko lebih besar menderita diabetes. Ilmuwan tidak tahu pasti mengapa risiko diabetes menjadi lebih tinggi, tetapi dapat menunjukkan indikasi masalah kesehatan mendasar yang menyebabkan diabetes dan menyebabkan tidur berlebihan. 

Maka dari itu, hendaklah kita untuk selalu bisa mengatur menjaga waktu tidur agar tidur kita cukup terpenuhi setiap harinya, tidak kurang dan tidak lebih. 

Ternyata sekarang kita bisa memahami, bahwa semua yang awalnya baik dan bermanfaat pun, akan membawa penyakit apabila kita melakukannya secara tidak teratur, dan berlebihan. Untuk itu marilah kita mengambil tanggung jawab diri sendiri untuk memulai kebiasaan baik dalam kehidupan kita, yakni dengan mengurangi banyak bicara, banyak makan dan banyak tidur. Semoga artikel ini memberikan manfaat dan ilmu baru untuk kehidupan yang lebih baik. motivatorindonesia.co.id

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Tiga Hal Yang Membawa Penyakit

0 komentar:

Posting Komentar