Azza Aprisaufa Motivator Muda Indonesia - Trainer Nasional Termuda - Undang Pembicara Seminar Motivasi

Minggu, 11 Januari 2015

Kisah Menggugah Pemuda Honorer Diangkat Menjadi Bendahara Umum


Pemuda ini dibesarkan dari keluarga yang sangat sederhana, dimana ayahnya bekerja sebagai penjual kue basah dan jajanan keliling disekolah sekolah, sementara ibunya bekerja sebagai petani. Semua kisah inspiratif ini adalah nyata terjadi, dan kisahnya bermula dari sini. 

Berbekal ijazah SMA, pada awalnya pemuda ini melamar untuk bisa bekerja disebuah instansi pemerintahan. Dan siapa yang menyangka seorang pemuda yang saat itu masih berusia 22 tahun diberikan kesempatan untuk bekerja sebagai tenaga bakti disebuah instansi pemerintahan tersebut, untuk bisa membantu mencukupi kebutuhan keluarganya. Ia adalah anak pertama dari 4 bersaudara, ia adalah anak yang paling sulung dan harus berbagi tanggung jawab dengan kedua orang tuanya untuk membantu membesarkan dan menyekolahkan ketiga adiknya.

Instansi pemerintahan itu menerimanya sebagai tenaga bakti, tenaga bakti itu artinya adalah karyawan yang siap bekerja tanpa gaji yang jelas dan tetap. Tapi dalam hati pemuda itu pun, sudah merasa bersykur diterima sebagai tenaga bakti walaupun gajinya tidak tetap, yang penting ia bisa bekerja, itulah semangatnya. Selama ia menjadi tenaga bakti di kantor tersebut, berbagai kegiatan pun ia lakukan, seperti menyapu ruangan, membersihkan kamar mandi, membersihkan meja kerja atasan, dan tidak jarang ia pun membersihkan asbak asbak rokok yang telah penuh dengan debu rokok.

Namanya juga tenaga bakti, harus siap selalu bekerja dibawah tekanan, siapa saja bisa menyuruhnya, karena ia tidak ada atasan yang tetap. Semua pegawai dikantor itu adalah atasannya, hingga siapapun yang berseragam dikantor itu, bisa memerintahkannya. Ia pun tetap bekerja semampu dan sebaik yang ia bisa, terkadang ia harus pulang sore, hanya untuk menemani para atasan yang lembur. Namun mirisnya, saat hendak pulang, bahkan tidak 10.000 rupiahpun yang dititipkan para atasan itu untuk ongkos pulangnya. Entah karena mereka lupa, atau apapun namanya, Karena tidak cukup uang, tidak jarang pemuda ini harus menginap dirumah teman temannya yang tinggal tidak jauh dari tempat kantor tersebut. 

Keesokan harinya ia pun, tetap dan terus bekerja, tanpa ada aturan dan kejelasan status. Tapi itulah pilihannya, pilihan yang tetap setia pada komitmen awalnya untuk bisa bekerja dan membantu kinerja di instansi pemerintahan tersebut. Tidak terasa sudah 3 tahun ia pun menjadi tenaga bakti, dengan rata rata gaji yang ia terima perbulannya tidak menentu, kadang kadang 75.000 / atau bahkan hanya 20.000 rupiah saja. Tuhan pun akhirnya menjawab do'a pemuda tangguh ini, tak seorang pun bisa memprediksi buah dan hasil dari kesetiaannya selama ini. Diawal tahun 2005 ternyata ada peluang untuk database tenaga honorer, dan atasannya selama ini pun memilih namanya untuk dimasukkan satu kedalam database honorer tersebut.

Dengan mata yang berkaca - kaca, sesak dada yang tak tertahankan. Ia pun berterima kasih kepada atasannya, dan mengatakan, hanya ALLAH SWT yang akan membalas semua jasa, kemurahan, dan kebaikan hati bapak. Ia pun bergegas pulang kerumah, dan menyiapkan seluruh berkas dan syarat syarat yang diminta oleh bagian administrasi pendataan tenaga honorer formasi tahun 2005. Sesampainya dirumah, ia lalu memberitahu kabar baik ini kepada kedua orang tuanya. Suasana di keluarga kecil itupun sontak berubah menjadi haru, semuanya menangis bahagia karena putra sulung mereka akhirnya bisa diangkat menjadi honorer di instansi pemerintahan tersebut.

Dengan gagah, tetap bersyukur dan semakin percaya diri, ia pun lalu menjahit baju seragam honorernya. Ia pun mulai bekerja sebagai tenaga honorer, dan diberikan SK kerjanya oleh pejabat setempat. Pada saat itu gajinya telah menjadi 600.000 / bulannya, dan ia pun selalu mengirimkan setengahnya untuk keluarganya, dan setengah nya lagi, ia gunakan untuk kebutuhannya selama sebulan. Ketekunan dan kegigihannya bekerja, telah meningkatkan prestasi kerjanya, tidak jarang para atasan memercayainya untuk menyelesaikan satu urusan pekerjaan. Bahkan atasannya lebih percaya dengan kerjanya, dari pada kerja pegawai tetapnya. Banyak Tupoksi dan sistem kerja yang telah ia kuasai, mulai dari database pekerjaan, penyusunan laporan, perhitungan anggaran dan surat menyurat, seluruhnya telah ia pahami. Seluruh atasan pun merasa nyaman dan mudah ketika semua kerjaan telah dikerjakan oleh pemuda ini.

Ada hal yang menarik, dimana walaupun ia masih berstatus honorer, namun ia dipercaya untuk hadir dalam beberapa kegiatan kantor diluar daerah. Dan tidak jarang dipercaya juga menjadi pembicara pada sebuah seminar kedaerahaan yang menjelaskan kinerja para pegawai. Sungguh ia adalah pemuda yang gigih dan tak mau mundur selangkahpun untuk mimpi besarnya, bisa membantu ayah ibunya membesarkan dan menyekolahkan adik adiknya. Sementara ia bekerja sebagai honorer, ia pun sembari menyelesaikan kuliahnya, hingga akhirnya ia berhasil lulus disalah satu perguruan tinggi swasta setempat, dan meraih gelar S1 nya.

ALLAH SWT memang sangat Maha Adil, siapapun yang berupaya besar, akan diberikan hasil yang besar pula. Setelah 6 tahun lamanya bekerja sebagai honorer, melalui kebijakan pemerintah pada saat itu ia pun diangkat menjadi pegawai tetap atau PNS di instansi tersebut dari status honorernya. Entah apa yang ada dalam benaknya, hingga garis hidup membuatnya seperti ini, tanpa disadari ia pun kini telah menjadi PNS tetap di kantor tersebut. Ia masuk dalam pengangkatan CPNS formasi tahun 2011/2012 dan kini ia telah memiliki golongan, pangkat, daftar gaji selayaknya para pegawai tetap lainnya.

Setahun bekerja sebagai pegawai tetap, berkat etos kerjanya yang baik. Ia pun dimutasi atau dipindah tugaskan kebagaian keuangan, karena kepala dinas keuangan tersebut, sebelumnya telah memantau kinerja pemuda ini selama 3 tahun kebelakang. Permohonan kepala dinas ini pun disetujui oleh pejabat yang berwenang, hingga ia pun akhirnya bekerja di bagian keuangan tersebut. Kualitas serta pengalamannya menjadikan pemuda ini semakin tak terbendung, ia benar benar menunjukkan etos kerja yang sangat profesional dan baik menjadi pegawai negeri. Hingga ia mendapatkan prestasi sebagai pegawai negeri terbaik didaerah setempat ditahun 2014.

Saat ini, ia tidak lagi bekerja sebagai staf biasa. Namun yang sungguh luar biasanya, dimana kepala dinas itupun, memercayakan jabatan sebagai bendahara umum keuangan daerah, dipunggungnya. Rasa haru tak lagi sanggup terungkap, karena ia bisa membuktikan bahwa ternyata Ketua itu tidak harus Tua. Digolongannya yang masih 3A ia dipercaya menjabat sebagai bendahara umum keuangan daerah, tak satupun dari seluruh pegawai tetap yang merasa iri, karena memang mereka semua melihat jelas, kalau pemuda itu selama ini gigih sekali bekerja, dan mengerti banyak hal tentang pekerjaann.

Kini ia pun baru saja menikah diakhir tahun 2014 yang lalu, dan dengan jabatan nya yang baru, ia pun telah berhasil memberikan kebahagiaan untuk keluarga kecilnya. Disamping itu, ia juga telah berhasil membantu ayah dan ibunya, untuk menyekolahkan adik adiknya, ini dibuktikan dimana adiknya yang kedua telah lulus menjadi sarjana, sementara adiknya yang ketiga dan keempat masih duduk dibangku sekolah.

Semoga kisah ketegaran dari pemuda honorer ini, memberikan kekuatan kepada kita, betapa tidak ada hal baik yang sia - sia, dan ketekunan serta kesabaran adalah syarat teratas untuk meraih sebuah pencapaian dan keberhasilan. motivatorindonesia.co.id

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kisah Menggugah Pemuda Honorer Diangkat Menjadi Bendahara Umum

0 komentar:

Posting Komentar