Azza Aprisaufa Motivator Muda Indonesia - Trainer Nasional Termuda - Undang Pembicara Seminar Motivasi

Rabu, 22 April 2015

Kisah Sukses Ali Alfaraesy "Putra Terbaik Tanoh Gayo - Aceh"

Kisah Sukses Ali Alfaraesy "Putra Terbaik Tanoh Gayo - Aceh"

Ali Alfaraesy - inilah nama lengkap pemuda asli asal tanoh gayo Takengon Aceh Tengah ini, yang memiliki prestasi cukup untuk dikatakan, Luar Biasa ! Awalnya ali hanyalah pemuda dan siswa biasa layaknya seperti siswa dan pelajar pada umumnya. Ali bukanlah sosok siswa yang kerap mendapatkan rangking dikelasnya. Semuanya dijalani serba biasa, dan sederhana. Hari hari yang dilaluinya bersama teman temannya juga kelihatan biasa dan tidak ada yang berbeda dari pemuda dan pelajar seperti umumnya.

Namun, ada satu hal yang ternyata membuatnya beda dalam kesederhanaannya. Sadar bahwa ia bukanlah anak yang hidup dari keluarga yang berada, telah membuat ali alfaraesy gigih, semangat dan tak mau mundur selangkahpun untuk membuktikan sebuah prestasi gemilang demi kebahagiaan kedua orang tuanya. Semasa ia masih duduk dibangku sekolah, hari harinya pun disibukkan dengan membantu kedua orang tuanya, berjualan dikios sederhana yang dibangun ayahnya tepat tidak jauh dari rumah mereka tinggal.

Ali memiliki seorang kakak dan seorang adik laki laki yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Jujur sebenarnya tidak ada yang istimewa dari sosok ali alfaraesy, namun kesungguhannya dalam belajar dan terus ingin jadi lebih, baik patut kita acungi jempol. Ini dibuktikan dari kegigihan ali saat mengikuti seleksi Calon Paskibraka Nasional Tahun 2014 yang lalu. Kisah ini bermula saat ali mengikuti seleksi CAPASNAS tersebut. Setiap harinya ali hadir dan mengikuti sesi latihan demi latihan, ali pun tak luput untuk belajar ekstra dibidang akademiknya.

Kedisiplinan terus ia pegang teguh, karena baginya memang hanya disiplin itulah yang membuatnya bertahan dan memiliki harapan untuk bisa memberikan yang terbaik bagi paskibraka dan indonesia. Hingga tibalah saat pengumuman hasil seleksi CAPASNAS ditingkat Kabupaten Aceh Tengah, yang telah memilih pasangan ALI ALFARAESY dan DIO FANY ANGGRAINI sebagai utusan kabupaten untuk mengikuti seleksi CAPASNAS ditingkat Provinsi Aceh tahun 2014.

Sebagai abang kelas, Ali pun terus memberikan semangat kepada pasangannya Dio. Ia tetap tampil gagah mesti lelah, ia tetap tampil berani dan yakin walau kadang ragu, yang terpenting baginya ia tetap bisa meyakinkan Dio pasangannya, untuk bisa mengikuti seleksi ketingkat provinsi. Setelah menjalani proses latihan dan pendidikan karakter yang panjang, Pasangan Ali dan Dio pun dilepas keberangkatannya dari gerbang sekolah mereka di SMA N 1 Takengon menuju Kota Banda Aceh.

Kurang lebih 8 hari lamanya mereka digembleng dan dikarantina oleh tim penyeleksi CAPASNAS Provinsi di Kota Banda Aceh. Lagi lagi, kedisiplinan, kegigihan, keyakinan mental terus ditunjukkan oleh pasangan Ali dan Dio. Pernah Dio berkata " Entah mengapa, awalnya saya pesimis dengan seleksi ini, tapi kegigihan bang Ali untuk terus menyemangati saya, telah membuat saya tampil keluar dari diri saya" . Akhirnya, pengumuman seleksi CAPASNAN tingkat Provinsi itupun dibacakan. Suatu prestasi yang menakjubkan dimana ternyata mereka berdua "ALI dan DIO" membuat sejarah yang dipercaya sangat sulit dipecahkan. Pada akhirnya Provinsi memilih mereka berdua sebagai untuk dikirim ke istana negara mengibarkan bendera merah putih pada 17 Agustus 2014.

Mengapa saya katakan sangat sulit ? karena Di Aceh itu memiliki 24 Kabupaten / Kota yang masing masingnya mengirimkan sepasang kandidat putra putri terbaik mereka. Biasanya tidak pernah terpilih sepasang dari kabupaten / kota yang sama. Ditahun tahun sebelumnya, pasangan yang terpilih untuk ke istana negara pastilah putra / putri dari kabupaten / kota yang berbeda. Tapi itulah jawaban dari kegigihan dan kedisiplinan ALI dan DIO.

Untuk pertama kalinya, Aceh digemparkan dengan berangkatnya mereka berdua dari kabupaten kota yang sama. Dan sejarah telah diukir untuk Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Kini Ali, tidak lagi duduk dibangku sekolah. Kegigihannya berlanjut dan telah membuktikannya bisa lulus dan diterima disalah satu Sekolah Tinggi Ikatan Dinas yang menjadi impian dari semua lulusan SMA sederajat untuk bisa belajar disana, yaitu IPDN. "Kalau tidak karena ada berada, mana mungkin tempua bersarang rendah" inilah kalimat bijak yang pantas untuk Ali Alafaraesy.

Artinya, kalau karena tidak ingin membuat kedua orang tuanya bangga atas prestasinya, mana mungkin ali bisa segigih itu dan sedisiplin itu. Kini telah memasuki semester 3 ia bisa berkuliah dan belajar menjadi praja yang tangguh di IPDN. Apa yang telah diraihnya ini, bukan hanya sekedar prestasi saja, tapi yang jauh lebih hebat adalah ia telah mampu mengangkat derajat keluarganya untuk bisa hidup kedepan menjadi lebih baik. 

Inilah sepenggal kalimat bijak yang pernah Ali sampaikan kepada teman temannya " Hidup ini jangan pernah mengharapkan pamrih, apa yang kita upayakan, itulah yang pasti menjadi milik kita" . Tak ada yang tidak mungkin, jika kita benar benar menginginkannya. Itulah kalimat yang pantas untuk menyimpulkan kisah sukses pemuda asal tanoh gayo ini. Semoga kita bisa belajar banyak dan mengambil hikmah besar dari kesederhanaan yang membawa kesuksesan dari kisah perjalan hidup Ali Alfaraesy. motivatorindonesia.co.id

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kisah Sukses Ali Alfaraesy "Putra Terbaik Tanoh Gayo - Aceh"

1 komentar: