Azza Aprisaufa Motivator Muda Indonesia - Trainer Nasional Termuda - Undang Pembicara Seminar Motivasi

Senin, 25 Januari 2016

Kisah Inspiratif "Aku Mengajarkanmu Islam, Setelah Kau Muallafkan Aku"


Kisah ini terjadi di wilayah Aceh sekitar 5 tahun silam, tepatnya di Banda Aceh. Hiduplah seorang ibu paruh baya bersama seorang anak laki laki semata wayangnya. Mereka tinggal hanya berdua setelah ditinggal pergi oleh suaminya ketika sang anak baru berusia 4 tahun. Kini sang anak laki laki pun telah berusia 20 tahun, kurang lebih telah lebih dari 16 tahun lamanya sang ibu pun hidup sebagai single parent yang menghidupi anaknya seorang diri. Beruntungnya sang ibu adalah seorang pegawai negeri sipil dan wanita karir, hidup merekapun sudah lebih dari cukup jika dibandingkan dengan kehidupan orang orang pada umumnya.

Lama hidup tanpa hadirnya sosok ayah begitu juga sang ibu yang serasa telah lama hidup tanpa adanya suami. Akhirnya sang ibu pun mulai mencari sosok yang dinanti tersebut, hingga bertemulah sang ibu dengan seorang pria paruh baya yang berusia sedikit lebih muda dari padanya. Sang ibu pun mengenalnya lewat praktek pengobatan yang dibuka oleh sang dokter tersebut. Ketika itu sang ibu paruh baya ini pun sedang berobat dan berkonsultasi mengenai kesehatannya, hingga akhirnya mereka saling mengenal dan seiring berjalannya waktu mereka pun jauh lebih akrab.

Tak terasa hubungan mereka pun telah terjalin begitu lama hingga 2 tahun lamanya. Sebenarnya hubungan yang mereka bangun ini tidak mendapatkan dukungan yang baik dari masing masing keluarga mereka. Lantaran sang dokter yang notabennya pria paruh baya ini adalah seorang non muslim. Begitupun ketidaksetujuan juga datang dari pihak keluarga pria, yang menolak jika calon istrinya berasal dari kalangan yang beragama islam apalagi wanita itu juga adalah seorang janda. Seperti kata pepatah " Bukan cinta namanya kalau tanpa pengorbanan " sang dokter pria ini pun telah kepalang cinta dan memutuskan untuk tetap menikahi wanita yang dicintainya tersebut.

Seluruh keluarga dari wanita itu pun menyetujui pernikahan hanya jika sang dokter paruh baya itu pun memenuhi syarat untuk segera melakukan khitan / sunat dan bersedia untuk memeluk agama islam. Setelah melewati masa sulit untuk memutuskan, akhirnya sang dokter pun menyanggupi persyaratan itu meski sebagai taruhannya ia harus dikucilkan dari keluarga besarnya. Ternyata cintanya telah memilih jalannya sendiri untuk tetap melakukan khitan / sunat dan bersyahadat untuk memeluk agama islam serta menikah dengan wanita yang dicintainya itu.

Setelah di khitan di jakarta dan kembali ke aceh untuk melangsungkan syahadat dan pernikahan. Mereka pun resmi menjadi suami istri walau tak seorang pun dari keluarga pria yang berkenan hadir dalam pesta pernikahan itu. Mesti kebahagiaan dibalut dengan kesedihan namun itulah keputusan cinta yang diambil sang dokter. Setelah menikah ia pun resmi menjadi seorang ayah dari anak yang dibawa istrinya. 1-2 tahun pasca menikah sang dokter pun merasa, bahwa tidak ada yang spesial dari perpindahan keyakinannya. Semua biasa saja, bahkan selama ia hidup dan tinggal bersama istri dan anaknya, nyaris tidak ada ibadah rutin apalagi ibadah khusus yang dilakukan oleh istri dan anaknya.

Hingga ia pun tidak melakukan ibadah apapun selama 1 - 2 tahun tersebut. Tidak pernah sholat, membaca al - qur'an, puasa, sholat jum'at dan melakukan ibadah lain seperti umat muslim pada umunya. Awalnya ia pun lalai dan enggan bertanya kepada istri atau anaknya, hingga akhirnya rasa penasaran untuk mendalami agama islam pun timbul dari dalam hatinya. Sebenarnya sang dokter pun pernah berpikir bahwa perpindahan agamanya adalah hal yang sia sia dan tak berarti, lantaran ia adalah seorang yang cukup ta'at beribadah di agama lamanya. ALLAH SWT pun akhirnya menunjukkan Hidayah dan JalanNya kepada sang dokter karena kemamuannya yang kuat. Hingga akhirnya ia dipertemukan dengan seorang muslim sejati yang sangat ta'at beribadah dan secara diam  - diam ia pun mempelajari agama islam secara benar dengan orang tersebut, tanpa sepengetahuan istri dan anaknya.

Lebih dari setahun lamanya, ia pun telah belajar banyak tentang agama islam. banyak hal tentang rukun dan ibadah wajib / sunnah yang telah ia ketahui. Bahkan setelah lebih dari setahun lamanya belajar, ia pun telah mampu membaca al - qur'an walau belum terlalu fasih. Setelah ia belajar tentang agama islam dan tertarik untuk terus mendalaminya, tak jarang ia pun melakukan sholat dirumah serta mengajak istrinya. Ketika itu sang istri pun mau diajak sholat, begitupun dengan sang anak. Sampai satu hari ia bertanya kepada istrinya perihal tentang jarangnya sang istri sholat dan membaca AL - Qur'an. Sang istri pun spontan menjawab bahwa terkadang ia malas begitupun dengan anaknya.

Kecurigaannya muncul, tatkala mereka melakukan sholat jama'ah dirumah saat magrib. Pada saat itu ia pun telah mampu menjadi imam. Sesuai yang ia pelajari bahwa sebelum melakukan sholat jama'ah diharuskan untuk beriqomah terlebih dahulu untuk memulai sholat jama'ah. Sontak ia pun meminta anaknya untuk beriqomah sebelum ia memimpin sholat. Tidak lama kemudian ia pun terkejut, karena ternyata anaknya tidak mampu dan tidak hafal lafadz iqomah. Ia pun heran dan tertunduk bingung sampai akhirnya dirinyalah yang langsung membacakan iqomah.

Rasa penasaran pun timbul dalam dirinya. Ia terus bertanya tanya dalam dirinya, apa yang menyebabkan istri dan anaknya tidak pernah sholat, dan saat ditanya perihal tentang agama mereka sering mengelak dan mencari alasan. Hingga akhirnya ia pun menemukan jawaban yang sesungguhnya dari pengakuan istri dan anaknya. Pengakuan itu adalah bahwa istri dan anaknya tidak tahu bacaan bacaan sholat, tidak pandai membaca Al - Qur'an dan sama sekali tidak pernah mempelajari agama islam. Selama ini mereka hanya sibuk terus terusan dengan bekerja dan lalai akan kebutuhan spiritual.

Sang dokter pun terkejut setelah lebih dari 3 tahun menikah ia baru mengetahui bahwa ternyata istri dan anaknya sama sekali buta agama dan tidak paham tentang hal hal yang sangat mendasar dari agama islam. Sebagai muallaf yang telah mempelajari islam, ia pun syok dan menangis lalu mengatakan kepada istri dan anaknya, bahwa jika kalian malu belajar diluar dengan orang lain. Saya yang akan mengajarkan kalian sholat, membaca Al - Qur'an dan ilmu agama islam. Bahkan istrinya tidak pernah tahu kalau ternyata suami muallaf yang dinikahinya itu telah belajar agama islam diluar secara diam diam, dan membawa berkah untuk keluarganya. 

Semoga banyak hikmah dan pelajaran penting tentang kehidupan yang bisa kita dapatkan setelah membaca kisah inspiratif ini. motivatorindonesia.co.id

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kisah Inspiratif "Aku Mengajarkanmu Islam, Setelah Kau Muallafkan Aku"

0 komentar:

Posting Komentar