Azza Aprisaufa Motivator Muda Indonesia - Trainer Nasional Termuda - Undang Pembicara Seminar Motivasi

Rabu, 10 Februari 2016

Tamatan Kelas 6 SD Ini Kini Dikenang Sebagai Pembicara Hebat Paling Fenomenal Di Dunia


Kisah ini adalah sebuah kisah nyata dari negeri india. Hiduplah seorang anak kecil yang berasal dari keluarga yang sangat miskin. Keterpurukan hidup di india dan kemiskinan telah menggerakkan hati pamannya hingga ia pun dibawa untuk hijrah ke afrika selatan oleh sang paman. Kisah ini terjadi tepatnya di tahun 40 an silam, saat dibawa pamannya ke afrika selatan, anak kecil yang baru berusia 8 tahun ini pun harus merelakan berpisah dari ibu nya. Sang ibu pun telah merelakan anaknya untuk dibawa hijrah ke afrika selatan guna mendapatkan kehidupan yang lebih layak dengan membantu pamannya menjual prabot.

Lama hidup di afrika selatan dan hampir tak pernah pulang ke kampung halamannya di india, telah membuat anak ini mengerti banyak hal tentang kerasnya kehidupan. Semasa kanak kanaknya ia pun tidak pernah bermain dengan teman teman sebayanya di afrika, karena ia harus terus membantu pamannya membuat dan menjual prabot demi kelangsungan hidup dan sekolah. Hingga akhirnya sang pamanpun meninggal dan ia pun hanya bisa mengenyam pendidikan hingga kelas 6 SD saja. Dimasa remaja, ia pun coba meneruskan usaha almarhum pamannya menjual prabot. Setelah cukup dewasa dan berusia 20 tahun ia pun sesekali pulang ke india untuk menemui ibunya. Akhirnya ia menetap di afrika karena harus meneruskan usaha sang paman.

Selama berada di negeri afrika, sebenarnya sejak kecil ia sering sekali mendapatkan olok olokan dari para mubaligh non muslim di sana. Lantaran ia dan pamannya adalah seorang muslim dan mereka adalah golongan minoritas dikalangan itu. Sering mendapatkan ejekan dan olokan terhadap agama islam, ternyata telah membuatnya geram dan terpanggil untuk membuktikan bahwa agama islam tidak seperti yang mereka olok olokan itu. Para mubaligh non muslim itu menyebutkan islam agama kejam, sadis dan teroris serta bukan agama yang damai. Inilah yang sering ia dengar selama ia hidup dan bekerja di afrika.

Hingga akhirnya tamatan kelas 6 SD ini pun, mencari buku yang bisa ia baca dan pelajari untuk bisa meruntuhkan dan membuktikan bahwa agama islam tidak seperti yang mereka ucapkan. Ia pun belajar dan memperdalam pengetahuan agama islamnya disela sela pekerjaannya. Ia sadar bahwa ia bukanlah siapa siapa, ia pun sadar bahwa ia adalah seorang anak miskin dari india, yang berupaya dan bekerja keras hanya untuk mendapatkan kehidupan layak di afrika. Hingga akhirnya tak terasa telah 40 tahun lamanya ia belajar sendirian untuk benar benar menguasai ilmu agama islam. Kemauan dan kesungguhannya yang begitu luar biasa telah menjadikannya seorang yang sangat paham agama saat itu.

Ia pun telah mengumpulkan dan mempelajari bukti secara mendalam bahwa islam adalah agama yang benar, dan agama yang damai. Sampai akhirnya pesan ini ia sampaikan keseluruh dunia. Kegeraman yang selama ini ia pendam akhirnya terbalaskan tatkala ia menantang seorang misionaris handal, hebat dan pemuka salah satu agama non muslim termasyhur di negeri amerika untuk berdebat mengenai islam dan agama non muslim tersebut. Ia pun pergi sendiri ke amerika dari afrika untuk memenuhi undangan berdebat dengan pemuka agama non muslim itu yang tak lain adalah "Jimmy Sweegart". Siapa yang tak kenal dengan beliau ? Jimmy Sweegart adalah orang terpandang, panutan umat di amerika. Nyaris tak ada satu pun yang berani menantangnya untuk berdebat dimasa itu, tepatnya sekitar tahun 80 an.

Tapi siapa yang menyangka, justru keadaanya berbalik, tamatan kelas 6 SD ini pun berhasil meruntuhkan anggapan dan tunduhan yang disampaikan oleh pemuka agama itu bahkan didepan ribuan pengikutnya. Hampir tak dapat dipercaya, bagaimana bisa seorang tamatan kelas 6 SD yang telah berusaha dan belajar selama 40 tahun lamanya hingga akhirnya bisa membungkam seorang sarjana pada sesi debat  yang diadakan di amerika tersebut. Tidak sedikit yang mendapat hidayah dan masuk agama islam setelah mendengar pidato debat keagamaan pada kala itu.

Peristiwa debat keagamaan ini telah menjadi sejarah yang dikenang bagi warga amerika, hingga akhirnya pria tamatan kelas 6 SD ini diberikan penghargaan sebagai pendakwah terbaik paling fenomenal didunia oleh King's Faisal Award dari Kerajaan Arab Saudi di tahun 80 an tersebut. Siapa yang menyangka, pristiwa ini telah menggerakkan hati seorang pemuda muslim yang kala itu juga berasal dari india dan ber profesi sebagai seorang dokter kesehatan. Pemuda itu memutuskan untuk ikut dan berguru kepada ulama yang hanya tamatan kelas 6 SD tersebut. Pemuda itu kini tak kalah fenomenalnya dari sang guru, pemuda itu pun kita kenal dengan nama Dr. Zakir Naik.

Betapapun terkenal, dan tersohornya sosok Dr. Zakir Naik. Hari ini kita sedang menceritakan sosok dari gurunya Dr. Zakir Naik. Tepatnya di tahun 2006 silam, sang ulama yang hanya tamat kelas 6 SD itu pun memenuhi panggilah Ilahi dan berpulang kepangkuanNya. Dr. Zakir pun telah banyak belajar dan menimba ilmu semasa hidup dan berguru kepada beliau, kini Dr. Zakir pun meneruskan dan melanjutkan pesan dakwah beliau, untuk menyampaikan dan membuktikan kebenaran AL -Qur'an dan Hadits. Serta menggaumkan bahwa Islam adalah agama yang benar dan di Ridhoi disisi ALLAH SWT untuk seluruh umat manusia di dunia.

Mungkin Anda juga penasaran tentang siapa sebenarnya sosok beliau, sang guru besar perbandingan agama yang kematiannya kini telah dikenang oleh dunia. Kini nama dari anak miskin yang hanya tamat kelas 6 SD itu pun tercatat dalam sejarah didunia. Semoga ALLAH SWT melimpahkan Ramat dan HidayahNya kepada beliau. Beliau adalah "AHMED DEEDAT".

Semoga kisah ini menginspirasi dan menggerakkan hati, bahwa kita juga punya hak untuk menyampaikan pesan kebenaran. Terbukti bahwa dengan kerja keras dan kesungguhan yang kuat ALLAH SWT pun akan membukakan jalan terbaik untuk kita bisa berhasil dan berjuang dalam mengharpakan RidhoNya. motivatorindonesia.co.id

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Tamatan Kelas 6 SD Ini Kini Dikenang Sebagai Pembicara Hebat Paling Fenomenal Di Dunia

0 komentar:

Posting Komentar